Pernahkah
anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari
"tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin
hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam
rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai
usia lanjut. Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan
pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis
kepercayaan diri tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri
menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada
tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri
sendiri, "dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi
begini ?" ada juga yang berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang
selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri
saya...saya malu menjadi diri saya!"
Menyikapi
kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak
kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan
individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki
sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas
sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurnag
percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus
dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam
artikel ini.